Kamis, 23 September 2010

BENARKAH ROKOK MENGUSIR STRESS

KERINCI:
Sederet manfaat dari berhenti merokok, seperti mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung, bukannya tidak diketahui. Namun, bagi jutaan perokok di luar sana, efek mengusir stres dan meningkatkan konsentrasi sering menjadi alasan yang menggagalkan upaya berhenti merokok.

Kenyataannya, penelitian menunjukkan membakar sebatang rokok justru menimbulkan efek sebaliknya, yakni meningkatkan kadar stres pada jangka panjang. Bagi mereka yang sudah ketagihan, stres tersebut hanya bisa dihilangkan dengan merokok lagi.

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari London School of Medicine adn Dentistry, para peneliti mengamati 469 orang yang mencoba berhenti merokok setelah dirawat di rumah sakit akibat penyakit jantung. Pada permulaan studi, para responden memiliki kadar stres yang hampir sama dan secara umum mereka yakin rokok akan membantu mengusir stres itu.

Setahun kemudian, 41 persen responden berhasil menahan diri untuk tidak merokok. Setelah memperhitungkan beberapa faktor, para peneliti menemukan menahan diri untuk tidak merokok memberi efek yang signifikan untuk mengurangi stres yang dirasakan. Dengan tidak merokok, kadar stres bisa berkurang hingga 20 persen, dibandingkan dengan mereka yang melanjutkan merokok yang kadar stresnya justru berkurang sedikit.

Penelitian menunjukkan, nikotin yang dihisap akan berinteraksi dengan reseptor-reseptor tertentu di otak yang menstimulasi pelepasan dopamin. Dopamin inilah yang menimbulkan rasa enak, mengurangi kelelahan, ketegangan dan stres. Karena ambang dopamin segera surut dengan cepat, tak heran jika perokok banyak yang mengalami gejala ketagihan untuk asupan nikotin lagi.

Pada mereka yang tak ingin meninggalkan kebiasaannya, para ahli menduga mereka akan merasa tidak nyaman atau uring-uringan karena gejala ketagihan nikotin. Sementara itu orang yang sudah berhenti merokok, justru terbebas dari rasa ketagihan sehingga kadar stresnya ikut berkurang. Dengan kata lain, rokok mengurangi stres hanyalah mitos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar