Rabu, 22 September 2010

TUJUH TENTARA AS TEWAS DI AFGHANISTAN KENA BOM

KERINCI:
Tujuh prajurit AS tewas dalam dua serangan bom pinggir jalan di Afganistan selatan, Senin, kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.

Kekerasan di Afganistan mencapai tingkat terburuk sejak Taliban digulingkan dari kekuasan oleh pasukan pimpinan AS pada akhir 2001, dengan peningkatan jumlah korban di kalangan tentara asing, prajurit Afganistan serta warga sipil.

Jumlah prajurit asing yang tewas di Afghanistan tahun ini sudah mencapai lebih dari 470, menurut situs berita www.icasualties.org dan data yang dihimpun Reuters.

Senin, ISAF menyatakan, lima prajuritnya tewas dalam ledakan bom pinggir jalan dalam satu satu insiden di Afghanistan selatan, sementara dua orang lagi tewas dalam serangan bom terpisah, juga di wilayah selatan. Seorang juru bicara ISAF mengatakan, seluruh tujuh korban tewas adalah prajurit AS.

Sebelumnya, seorang saksi Reuters dan beberapa warga melaporkan melihat sebuah kendaraan lapis baja militer AS terbakar setelah dihantam ledakan bom pinggir jalan di kota Kandahar, Afganistan selatan. Belum jelas apakah insiden Kandahar itu merupakan salah serangan bom yang dimaksud ISAF.

Dengan kematian itu, dalam tiga hari ini jumlah prajurit yang tewas menjadi 14. ISAF sebelumnya melaporkan tujuh orang tewas pada Sabtu dan Minggu.

Sekitar 2.050 prajurit asing tewas sejak perang meletus, lebih dari 60 persen dari mereka warga AS. Dari jumlah itu, sedikitnya 259 orang tewas dalam tiga bulan terakhir.

Korban-korban asing terakhir berjatuhan setelah Jendral AS David Petraeus pada 4 Juli mulai memegang komando atas 140.000 prajurit AS dan ISAF di Afganistan, menggantikan Jendral AS Stanley McChrystal, yang dipecat karena pembangkangan.

Sekitar 10.000 prajurit lagi ditempatkan di Afganistan pada Agustus sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap gerilyawan, khususnya di provinsi-provinsi wilayah selatan, Helmand dan Kandahar. Para komandan NATO telah memperingatkan negara-negara Barat agar siap menghadapi jatuhnya korban karena mereka sedang melaksanakan strategi untuk mengakhiri perang lebih dari delapan tahun di negara itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar